Posts

Showing posts from September, 2018

Membangun Mimpi

Image
Dear life Mimpi yang sudah di rajut, tidak mungkin akan sia-sia. Karena menuju kesana, membutuhkan proses yang tidaklah mudah. Bagi saya untuk melihat masa depan, saya telah lama menepi, dan mengintrospeksi diri.  Membaca situasi, seakan diri ini mampu sudah melihat peta yang akan saya tempuh. Tentu tantangan ini akan menjadi pelabuhan bagi saya dalam menyatu dengan tujuan dan impian yang saya cita citakan sejak lama. Banyak hal yang harus saya gali, dengan bertemu dengan orang-orang dari masa lalu saya.  Ada hal yang sulit bagi saya untuk menemui mereka, pasti ada yang berubah tentunya. Ada kesalahpahaman, emosi, kebaikan. Bagi saya tidak apalah, semua orang belum tentu menyukai saya. Dan tidak sedikit pun yang menyukai saya. Manusiawi sekali untuk memandang hal pro dan kontra. Bersyukurlah saya, benang merah kini dalam genggaman. Pola ini akan saya teruskan. Hanya tinggal meraih apa yang pasti saya butuhkan. Saya tidak akan menyerah, saya masih melihat wajah-wajah penu

Milenial vs Anak 90an

Image
Zaman saya kecil adalah zaman dimana semua jenis permainan tradisional masih dimainkan, bersama bangkitnya revolusi teknologi. Dari masuknya kebudayaan asing, seperti gameboy, komik, kartun, telenovela, sinetron. Dahulu Indonesia, hanya punya tvri dan rcti, lalu sctv dan indosiar. Hari minggu adalah hari yang sangat menyenangkan bagi anak 90an, bagaimana kami menunggu dengan sangat antusias, tontonan sejuta umat. Alias  kartun gak bakal lekang habis dimakan zaman, seperti doraemon, chibi maruko chan, sailormoon, ninja hatori, dragonball. Dari sisi permainan, kami tuh suka main karet, dampu, origami, bekel, congklak. Orang-orangan kertas, kartun manga jepang. Atau membuat perahu dari kulit buah jeruk bali. Atau dari bambu membuat senjata perang-perangan, ataupun masak-masakan. Kami bahagia sekali, kami begitu nyaman. Ada juga  gameboy, mario bros, playstation, atau laser disc. Hanya untuk orang tertentu yang punya. Tapi kami merasa zaman kami mengalami zaman keemasan s

Fokus Ke depan

Image
Setiap individu pasti mencari hal yang terbaik untuk dapat dikembangkan, bukan? Bagi tiap orang mewujudkan impian adalah pencapaian terbesar, iya kan? Apakah salah kalo ambisi perlu di asah, agar mencapai titik menuju tujuan awal? Tapi bagaimana jika di tengah perjalanan, ada hal yang tidak dapat dilakukan, terhenti dengan berbagai alasan? Perlukah kita menyerah, membiarkan mimpi tersebut tidak di prioritaskan? Solusi apa yang terbaik, dengan menepi, atau menguburkan hal tersebut? Buat beberapa orang tidak bisa disama ratakan untuk membuat keputusan, setiap pribadi mempunyai hak dan alasan tersendiri. Bagi saya fokus ke titik yang ingin saya tuju, dan pasang surut dalam proses, adalah bagian yang harus di hadapi!!! Bukankah hal tersebut adalah resiko dalam pilihan. Tentu komitmen serta disiplin, sangat penting. Untuk menuju hal ini, memang perlu dukungan dari semua elemen. Tak terkecuali musuh terbesar kita adalah rasa malas, kesedihan, orang yang pesimis dengan apa ya

Bersabar Menghargai & Bersyukur

Image
Sebenarnya mau berbagi pengalaman, kayanya jauh dari ideal dalam menceritakan dengan detail dan bagus untuk dibaca. Tapi patut dan gak ada salahnya mencoba, begini judul tulisannya kaya mengganggap si penulis udah seperti judulnya. Ya itu, ga sama sekali berpikir bahwa "BERSABAR, MENGHARGAI & BERSYUKUR" udah seperti itu Uehdjbbnxhd yg ei bh xbhx bnk Hb sbdj r ok od on bk in eork yo r Sorry kepending. Di atas ketikan anak saya. Lebih tepatnya ternyata berdasarkan pengalaman pribadi.. pernah denger gak petuah lama, "rumput tetangga lebih indah daripada rumput sendiri". Sejauh ini melangkah dan bertambahnya usia. Saya sendiri merasa tidak lagi memperdulikan orang lain punya atau menjalani hidupnya. Bagi saya Tuhan sendiri udah mengatur semuanya, untuk berjalan sebagaimana mestinya. Kadang berpikir dulu sewaktu muda dengan memiliki ambisi bermacam-macam. Makin kesini, makin berpikir untuk apa? apakah kita mendapatkan hal seperti itu baik untuk diri kita

Ketegasan

Image
Saat menutup mata, tetap wajah itu membayangi. Kedalaman hati, tidak ada yang tahu. Kemarin mimpi itu terasa nyata Namun menyadari ini semua adalah ilusi singkat. Kupikir hatiku terlampau mencintaimu. Tapi seperti doa dan harapan. Mengikhlaskan apa yang sudah di genggam erat, hilang karena itu memang bukan untukmu. Bersyukur sekali proses tarik ulur mampu mengakomodir logika sehatku. Aku mampu melupakan kamu, kupikir benci, tapi aku pun mampu melihatmu bahagia. Meski kamu memilih yang lain. Tak ada lagi pertanyaan yang berkecamuk. Yang ada hanya sebuah keputusan. Aku sudah tidak mengingat siapa kamu.

Puisi "Bersyukur"

Image
Segenggam    asa merajut mimpi Mengalir sejauh mungkin Angin menyapa dengan lembut Kicauan burung terasa indah Langit pun membiru Awan menari bersamanya Matahari bersinar hangat Berjalan di atas rumput hijau Segarnya embun pagi Bunga bermekaran Kupu-kupu menari indah Nikmat mana selain hidup be rsyukur Apakah  ambisi membutakan iman Tuhan tidak membutuhkan manusia Akan tetapi manusia  membutuhkanNya

Awal Yang Baik

Image
Dear life.. Sebenarnya udah lama banget gak nulis. Dan udah lama banget gak kepoin dunia . Udah lama banget ninggalin hobi baca dan hobi nulis .. Ada hal yang perlu dibagi dan gak perlu dibagi. Cuma kalau melihat hidup dalam kacamata sekarang. Harus banyak bersyukur dan berbahagia. Kunci bahagia itu kan datang dalam diri sendiri, dan gimana mengkondisikan diri kita keluar rumah dalam kondisi bahagia, atau sebaliknya. Gimana mau bahagia, kalau kita ga pernah bersyukur. So berbahagia lah dari diri kita sendiri. Saat ini, hanya ketakutan dalam pemikiran yang subjektif banget. Kondisi bumi makin lama makin tua. Agama pun kian banyak ditinggalkan secara masif. Kenapa? Semua cinta dunia dibanding cinta kehidupan setelah kematian. Mengerikan banget kalau sampe bumi perang dunia ke tiga. Sangat perlu di apresiasi, menyoal perang dunia ketiga belum terjadi. Perang saudara yang disebabkan keegoisan  blok barat dan timur, pada zaman era dulu banget. Korea Utara dan Korea Selatan be

Luapan Asa

Image
Pagi buta melarutkan aku dalam sebuah pemikiran yang kadang, aku tak sanggup menangkupnya. Meskipun asa ini naik turun, tapi konsistensi diperlukan sekali dalam mengarungi ombak kehidupan. Usia matangku sudah memasuki batas akhir, buat disana yang membaca. Berterimakasihlah apapun kondisimu. Sekian tahun menepi, mengintrospeksi. Aku tidak ingin jatuh dalam keterpurukan. Memacu waktu untuk melihat masa depan yang lebih kondusif. Mimpi dan asa telah memenangkan kemalasan dan kelemahanku. Aku berharap usaha dan doa, telah dikabulkan Sang Khalik. Buat mereka yang memandang sebelah mata, mengacuhkanku. Memandang rendah aku dengan cacian, dan hinaan. Terlampau sakit untuk mendendam. Lelah merusak hati dengan kebencian. Aku tak akan marah. Untuk apa, rasa sakit ini membuatku bersyukur bahwa, Tuhan mengirimkan kebaikan dalam hidupku. Aku akan buktikan bahwa aku bisa jadi baik. Yaitu membersihkan hatiku dengan kelembutan. Aku ingin berhasil dan berambisi dalam proyek masa depanku. Aku i

Olah kata singkat

Image
Sudah lama tangan ini tak menulis, saat ini berupaya mempompa kreativitas menulis lagi. Sejak memutuskan menepi, banyak hal yang didapat. Terkadang mimpi dan realita bersebrangan. Bagaimana jika menikah karena keterpaksaan. Coba mengikhlaskan dan menjalankan dengan penuh rasa syukur. Manusia berikhtiar. Tuhan yg menentukan, sekarang bagaimana proses dan akhirnya di hargai oleh Pemilik Hati sesungguhnya. Polemik dalam berkehidupan saat ini, penuh dengan huru hara. Memang perpecahan ini sudah digambarkan oleh tiap kitab dalam agama manapun. Mungkin akhir zaman sudah di mata kita. Atau bahkan di urat nadi. Berpeganglah dalam tautan iman..jujur ingin dan masih haus akan ilmu. Tapi waktu yg sempit dan luas. Belum memaksimalkan