Posts

Showing posts from November, 2020

Puisi : Jakarta

Image
  pixabay.com Jakarta.. Ibukota yang penuh gejolak dinamis, terhampar ribuan wajah - wajah melankolis penuh pengharapan dalam sebuah realita pencapaian titik sukses. Terdampar dalam sudut dan lika liku ruang yang tak bertuan. Retrotika dari keberagaman yang absurd, dimana membentuk sebuah budaya berkembang dengan skeptis dan monoton. Terlihat indah, namun menyimpan  kemunafikan, Kisi - kisi yang membentangkan aroma wajah penuh sinisme, sarkastis, dan feodal. Penjajah di negeri sendiri, Keangkuhan terlihat dari gedung - gedung yang bertingkat, bertabur indah serta gemelap, ketika malam kian larut dan detak jantung kota bergejolak dalam hantaman dari larutan musik keras serta dentuman bising dari kemacetan jalan. Aroma polusi adalah surga dari kemerosotan alam rendahnya evolusi bermasyarakat yang minim akan kebudayaan yang beradab. pixabay.com Malam kian larut, aktifitas tak bergeming oleh kegiatan sosialita gaya masa kini, mencabik dentuman kantung - kantung kekayaan kelas atas, namun d

Puisi : Ya Rabb

Image
  *pixabay Diamku Adalah piluku Senyumku  Adalah tangisanku Kehidupanku Adalah perjalananku Kematianku Adalah tanggungjawabku Tuhan .. Hujan turun Matahari bersinar Malam bertabur bintang *pixabay Tuhan Kenapa hati bertanya Kenapa jiwa bersedih Adakah ikatan kita terpisah Tuhan.. Kenapa aku menjauh Kenapa aku tersungkur Adakah tautan hatiku denganMu *all dedicated to Tuyul 4 Oct 2016

Puisi : Perpisahan

Image
*pixabay Tangisan ialah bentuk dari sebuah elegi Aku menatap masa dengan berdiam Tangisan ialah sebentuk hasrat tumpul Rindu rindu rindu Akan dekapan dan kenyamananmu Meski sekejap Tapi tak jua mengindahkan bayangmu Aku disini sakit menahan pilu Kau bahagia dengan pilihanmu Aku terdampar dalam jurang kematian Kau tertawa dalam riak gemuruh ombak Pilu hati ini Saat kau menduakan janji Aku tertawa sendu Kau pergi ketika aku hancur Aku puas melihatmu Kau pun berlalu meninggalkan *pixabay Aku lelah dengan hidup Aku bosan dengan ketidakadilan Aku bodoh telah menerima masa kelam Aku sakit telah menahan napas palsu Hari hariku adalah amarah Hari hariku ialah tangisan bisuku Hari hariku adalah kepalsuan Hari hariku ialah kesakitan Apa dosa ayahibuku? Apa dosa masalalu kelamku? Apa dosa traumaku? Apa dosa mimpiku? Aku adalah aku Rupaku adalah kiasan seni Tuhan Aku adalah jiwa kelam Rupaku absurd  Hanyalah khayalan teman ternyamanku Hanya riak riak keimanan menaungiku Hanyalah pelukan hati ku be

Puisi : Kenangan Terindah

Image
*pixabay Kesepian melanda di usia senja Perih hatiku lara menahan luka Aku tertangkup dalam magnet bumi Kakiku tertahan kekuatan elektromagnetik Pikiran ku tak berhenti menari  Jiwaku melambung tinggi Mataku menatap sendu Senyumku terasa kecut *pixabay Sudah terlambat untuk berlari  Waktu sudah berlalu Masa tak akan terulang Hanya kenangan yang tersisa *pixabay Jejak rekam adalah frasa sebuah rasa Ketika mati oleh kecewa Terlambat meski terucap maaf  Luka itu tetap terasa Bagian yang paling tersedih Ketika orang yang kita cintai Memberikan perjalanan terbaik Hanya akan menjadi sebuah kenangan terindah *pixabay

Musibah covid-19

Image
*google   Menelusuri ruang dan waktu tidaklah akan ada habis waktunya, barangkali ada yang tengah menengok sebentar untuk melepas rindu ataupun perasaan yang belum terselesaikan sampai saat ini. Memang sesekali bolehlah untuk melihatnya sebagai spion kendaraan kita di masa depan.  Dalam menjalankan kehidupan hari ini yang perlu diingat dan dipahami. Bahwasanya kehidupan hari ini adalah menentukan kunci sukses kedepannya, bukan!!? Namun banyak yang melupakan arti mensyukuri yang sesungguhnya bahwa nikmat bernafas dan hidup hari ini adalah hadiah yang berharga dari Tuhan.   *pixabay Babak demi babak akan menjadi jejak rekam dari setiap langkah dan ketika berjalan terus kedepan kita mampu melihat kita adalah pribadi yang kuat.  Waktu memang tidak akan mampu terulang, akan tetapi kenangan tidak akan mampu terhapus. Secepat itu waktu berjalan hingga kita lupa sudah sejauh ini melangkah. Sehingga virus corona yg berawal di bulan Desember 2019 di kota Wuhan kini sudah masif menyebar ke seluru