Posts

Kesempatan Terakhir

Image
*pixabay.com Sebuah cerita dan nama adalah bagian dalam sebuah perjalanan kisah insan manusia di dunia. Ketika peristiwa dan kenangan menjadi balutan dalam sebuah sejarah hidup manusia.  Manuver drama kehidupan menemani senja sore di saat terbitnya pagi sebagai langkah awal menemukan jati diri. Kekuatan adalah sumber dari segala rantai mata menjalani setapak demi setapak cerita lalu.  Akankah sekotak pandora usang dibuka dan mengirimkan sinyal sebagai pengakuan bahwa masa lalu telah terbuka untuk di jalani di masa yang akan datang. Apakah tepat mengirimkan surat cinta kepada burung merpati sebagai simbol cinta?!  Banyak pintu terlihat, tapi dimanakah pintu yang tepat untuk dimasuki. Apakah pintu satu diketuk merupakan pintu yang memang menunggu. Atau pintu yang lain menjadi pintu pengharapan. Namun bagaimana pintu yang dimasuki adalah pintu yang salah, tidak ada tempat bagi jiwa yang kesepian. Akankah memasuki ruang hati yang salah menjadi keterpaksaan.  Tapi pasti a...

Puisi : Seleksi Alam

Image
*pixabay.com Wahai bumi tercinta..  Apakah nafasmu tersengal?  Jiwamu berduka lara?  Apakah kami yang membuatmu terluka?  *pixabay.com Kami memang bersalah..  Manusia yang tidak dapat menjaga alam Kami rakus akan nafsu Manusia mengeruk isi dan mengeksploitasi sampai kering dan terkuras *pixabay.com Tuhan memang sudah bersabar untuk ini semua Engkau pun bumi selalu berharap kepada kami untuk berubah  Namun nyatanya kami tetap keras kepala Ego kami menguasai tanpa melihat hakmu   *pixabay.com Memang saatnya kami menerima amarahmu Hukuman Tuhan tidak ada yang dapat menangguhkanNya KemurkaanNya adalah bukti nyata kebesaran Mu  Kami menunggu seleksi alam untuk memanggil siapa yang terpilih *pixabay.com Membawa kembali jiwa-jiwa bersih Untuk kembali ke pangkuanMu Meninggalkan jiwa-jiwa yang kotor  Agar kelak bumi kembali kedalam kehancuran  Sesuai dengan janjiMu Tuhan

Pasca pandemik Covid-19

Image
Begitu cepatnya tahun 2020 berlalu hingga kini sudah di awal tahun 2021, semua hal terasa dampaknya dalam berbagai sektor dan lini kehidupan.  *pixabay.com Mungkin diantara kita masih berpikir bahwa ini adalah mimpi buruk. Akan tetapi ini adalah kenyataan hidup yang memang harus kita hadapi. Banyak hal yang berlalu, mungkin juga kita telah kehilangan orang-orang yang kita sayangi, atau sedang merenggang nyawa dengan ketakutan pasca covid-19.  Percuma untuk berdebat kusir siapa yang salah dan benar dalam menghadapi pil pahit kado awal tahun 2019. Yang dibutuhkan saat ini adalah rasa kemanusiaan dan memanusiakan manusia, bukan saling mencaci maki.  Tak cukupkah kita dengan duka akan efek domino dari musibah dan teguran ini, kita tidak akan mengetahui apakah tiap rumah sama dengan rumah yang lain dalam menghadapi masalah ini.  Langkah nyata kita adalah saling membantu, saling perhatian dan saling menyayangi untuk menghadapi semua ini agar kita mampu berpikir lebih jerni...

Puisi : Jakarta

Image
  pixabay.com Jakarta.. Ibukota yang penuh gejolak dinamis, terhampar ribuan wajah - wajah melankolis penuh pengharapan dalam sebuah realita pencapaian titik sukses. Terdampar dalam sudut dan lika liku ruang yang tak bertuan. Retrotika dari keberagaman yang absurd, dimana membentuk sebuah budaya berkembang dengan skeptis dan monoton. Terlihat indah, namun menyimpan  kemunafikan, Kisi - kisi yang membentangkan aroma wajah penuh sinisme, sarkastis, dan feodal. Penjajah di negeri sendiri, Keangkuhan terlihat dari gedung - gedung yang bertingkat, bertabur indah serta gemelap, ketika malam kian larut dan detak jantung kota bergejolak dalam hantaman dari larutan musik keras serta dentuman bising dari kemacetan jalan. Aroma polusi adalah surga dari kemerosotan alam rendahnya evolusi bermasyarakat yang minim akan kebudayaan yang beradab. pixabay.com Malam kian larut, aktifitas tak bergeming oleh kegiatan sosialita gaya masa kini, mencabik dentuman kantung - kantung kekayaan kelas atas...

Puisi : Ya Rabb

Image
  *pixabay Diamku Adalah piluku Senyumku  Adalah tangisanku Kehidupanku Adalah perjalananku Kematianku Adalah tanggungjawabku Tuhan .. Hujan turun Matahari bersinar Malam bertabur bintang *pixabay Tuhan Kenapa hati bertanya Kenapa jiwa bersedih Adakah ikatan kita terpisah Tuhan.. Kenapa aku menjauh Kenapa aku tersungkur Adakah tautan hatiku denganMu *all dedicated to Tuyul 4 Oct 2016

Puisi : Perpisahan

Image
*pixabay Tangisan ialah bentuk dari sebuah elegi Aku menatap masa dengan berdiam Tangisan ialah sebentuk hasrat tumpul Rindu rindu rindu Akan dekapan dan kenyamananmu Meski sekejap Tapi tak jua mengindahkan bayangmu Aku disini sakit menahan pilu Kau bahagia dengan pilihanmu Aku terdampar dalam jurang kematian Kau tertawa dalam riak gemuruh ombak Pilu hati ini Saat kau menduakan janji Aku tertawa sendu Kau pergi ketika aku hancur Aku puas melihatmu Kau pun berlalu meninggalkan *pixabay Aku lelah dengan hidup Aku bosan dengan ketidakadilan Aku bodoh telah menerima masa kelam Aku sakit telah menahan napas palsu Hari hariku adalah amarah Hari hariku ialah tangisan bisuku Hari hariku adalah kepalsuan Hari hariku ialah kesakitan Apa dosa ayahibuku? Apa dosa masalalu kelamku? Apa dosa traumaku? Apa dosa mimpiku? Aku adalah aku Rupaku adalah kiasan seni Tuhan Aku adalah jiwa kelam Rupaku absurd  Hanyalah khayalan teman ternyamanku Hanya riak riak keimanan menaungiku Hanyalah pelukan hati k...

Puisi : Kenangan Terindah

Image
*pixabay Kesepian melanda di usia senja Perih hatiku lara menahan luka Aku tertangkup dalam magnet bumi Kakiku tertahan kekuatan elektromagnetik Pikiran ku tak berhenti menari  Jiwaku melambung tinggi Mataku menatap sendu Senyumku terasa kecut *pixabay Sudah terlambat untuk berlari  Waktu sudah berlalu Masa tak akan terulang Hanya kenangan yang tersisa *pixabay Jejak rekam adalah frasa sebuah rasa Ketika mati oleh kecewa Terlambat meski terucap maaf  Luka itu tetap terasa Bagian yang paling tersedih Ketika orang yang kita cintai Memberikan perjalanan terbaik Hanya akan menjadi sebuah kenangan terindah *pixabay