Luapan Asa
Pagi buta melarutkan aku dalam sebuah pemikiran yang kadang, aku tak sanggup menangkupnya. Meskipun asa ini naik turun, tapi konsistensi diperlukan sekali dalam mengarungi ombak kehidupan. Usia matangku sudah memasuki batas akhir, buat disana yang membaca. Berterimakasihlah apapun kondisimu. Sekian tahun menepi, mengintrospeksi. Aku tidak ingin jatuh dalam keterpurukan. Memacu waktu untuk melihat masa depan yang lebih kondusif. Mimpi dan asa telah memenangkan kemalasan dan kelemahanku. Aku berharap usaha dan doa, telah dikabulkan Sang Khalik. Buat mereka yang memandang sebelah mata, mengacuhkanku. Memandang rendah aku dengan cacian, dan hinaan. Terlampau sakit untuk mendendam. Lelah merusak hati dengan kebencian. Aku tak akan marah. Untuk apa, rasa sakit ini membuatku bersyukur bahwa, Tuhan mengirimkan kebaikan dalam hidupku. Aku akan buktikan bahwa aku bisa jadi baik. Yaitu membersihkan hatiku dengan kelembutan. Aku ingin berhasil dan berambisi dalam proyek masa depanku. Aku i...