Paradigma
*istockphoto.com Penghujung jalan telah menapaki babak demi babak tersisihkan dari masa ke masa, kehidupan ini tidaklah akan sama dalam menyemai benih, kemungkinan panen yang di dapat tidaklah ditangkup sesuai sangkaan. Namun dalam melihat kondisi hidup seperti paradok yang membutuhkan anti klimaks dan antitetis makna dalam menjalani kehidupan sosial dan drama lakon sandiwara, seperti pewayang yang dimainkan apik oleh sang Dalang. Sudut pandang melihat satu situasi layaknya kacamata yang dapat dikenakan dengan mengkondisikan mana yang lebih nyaman ketika dikenakan. Karena melihat sesuatu dari sudut pandang satu sama lain adalah nisbi di setiap jangkauan. Mungkin pemikiran dunia hanya sebatas merengkuh asa dalam meraih asmaraloka. Lalu bagaimana bagian nirwana yang kau hirup hingga menggema memasuki sukma?! . Niscaya goncangannya telah menyapa dirgantara. Menggetarkan seluruh bumantara yang menggaungkan renyut di gelombang magnet dimensi yang berbeda. *pixa...